Copyright © Geologi, Geodesi, Meteo, Oceano
Design by Dzignine

Geomorfologi

Pengertian Geomorfologi
  • Geomorfologi suatu bidang kajian sains bumi yang mengkaji interaksi antar proses, faktor, dan bentuk permukaan bumi secara saintifik (Hjulstrom, 1935)
  • Studi tentang bentuklahan (Loback, 1939)
  • Ilmu Pengetahuan tentang bentuklahan (Thonbury, 1954)
Bentang Alam
Bentang alam pegunungan    
Gunung · Pegunungan · Dataran tinggi · Bukit · Lembah
Bentang alam darat    
Padang rumput · Padang pasir · Tundra · Padang es
Bentang alam sungai    
Sungai · Danau · Air terjun · Jeram · Lembah sungai
Bentang alam fluvial    
Pantai · Ngarai · Selat · Gua · Tebing · Delta sungai · Oasis · Rawa · Kolam
Bentang alam gletser    
Gletser
Bentang alam laut dan pantai    
Atol · Selat · Pantai · Terumbu karang · Muara · Laguna · Palung · Jazirah · Tanah genting · Pulau · Pesisir · Gunung laut
Bentang alam gunung berapi    
Gunung berapi · Kaldera · Geyser · Kawah
Bentang alam Aeolia    
Gurun · Tundra
Bentang alam buatan    
Bangunan · Kanal · Bendungan · Waduk · Polder · Terowongan · Tambang · Selokan · Reklamasi

MACAM - MACAM SUNGAI
Berdasarkan Pola Aliran Sungai
•Dendritik: seperti percabangan pohon, percabangan tidak teraturdengan arah dan sudut yang beragam. Berkembang di batuan yanghomogen dan tidak terkontrol oleh struktur, umunya pada batuansedimen dengan perlapisan horisontal, atau pada batuan beku danbatuan kristalin yang homogen. Pola aliran ini tidak teratur, biasanyaterdapat di dataran atau daerahh pentai dan di jumpai di daerahplato
•Paralel: anak sungai utama saling sejajar atau hampir sejajar,bermuara pada sungai-sungai utama dengan sudut lancip ataulangsung bermuara ke laut. Berkembang di lereng yang terkontrololeh struktur (lipatan monoklinal, isoklinal, sesar yang saling sejajardengan spasi yang pendek) atau dekat pantai.
•Radial: sungai yang mengalir ke segala arah dari satu titik.Berkembang pada vulkan atau dome. Pola aliran radial dibedakanmenjadi dua, yaitu :
a. Aliran sungai radial sentrifugal adalah pola aliran sungai dalambentuk menjari yang arah alirannya meninggalkan titik pusat. Polaaliran sungai ini biasanya terdapat di daerah vulkan atau puncakyang berbentuk kerucutPola Aliran Radial Sentrifugal : arah aliran menjauhi/meninggalkantitik pusat.
b. Aliran sungai radial sentripetal adalah pola aliran sungai dalambentuk menjari yang arah alirannya menuju ke titik pusat. Polaaliran sungai ini biasanya terdapat di daerah ledokan/basin ataualiran sungai yang masuk ke danau.
•Trellis: percabangan anak sungai dan sungai utama hampirtegak lurus, sungai-sungai utama sejajar atau hampir sejajar.Berkembang di batuan sedimen terlipat atau terungkit dengan litologiyang berselang-seling antara yang lunak dan resisten. Biasa terdapatdi pegunungan lipatan
•Annular: sungai utama melingkar dengan anak sungai yangmembentuk sudut hampir tegak lurus. Berkembang di dome stadiumdewasa (pegunungan tua) dengan batuan yang berseling antaralunak dan keras.
•Rektangular : Pola aliran ini merupakan pola aliran beerbentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku dan terdapat di daerah patahan atau pada batuan yang tingkat kekerasannya berbeda genetik.

Berdasarkan arah aliran yang dilaluinya
•Sungai konsekuen : sungai yang memeiliki arah aliran yang sesuai dengankemiringan batuan daerah yang dilewatinya.
•Sungai Subsekuen : sungai yang alirannya tegak lurus pada sungai konsekuen danbermuara pada sungai konsekuen, Adalah sungai yang mengalirmengikuti arah strike batuan atau arah jurus perlapisan batuan padadaerah dengan batuan yang kurang resisten, atau sungai yangmengalir mengikuti kekar – kekar dan sesar pada daerah denganbatuan yang kristalin. misalnya sungai opak di yogyakarta.
•Sungai Obsekuen : sungai yang mengalirnya berlawanan dengan arahkemiringan lapisan batuan daerah tersebut dan merupakan anaksungai subsekuen. Merupakan sungai yang arah alirannyaberlawanan arah dengan arah kemiringan perlapisan batuan, dan juga berlawanan arah dengan arah sungai konsekuen. Sungaiobsekuen umumnya hanya pendek dengan gradien sungai yangcuram, umumnya berupa anak sungai yang mengalir melewatitebing gunung yang curam atau escarpments.
Stadia Sungai
Pada hakekatnya aliran sungai terbentuk oleh adanya sumber air(hujan, mencairnya es, dan mata air) dan adanya relief daripermukaan bumi. Sungai-sungai juga mengalami tahapan geomorfik yaitu perioda muda, dewasa, dan tua.

Sungai pada satadium muda dicirikan dengan kemampuan untuk mengikis alurnya secara vetikal, dimana hal ini dapat terjadi jika gradien sungai cukup terjal. Sungai muda biasanya sempit, dengan tebing terjal yang terdiri dari batuan dasar. Gradien sungai yang tidak teratur (seragam) disebabkan oleh variasi struktur batuan (keras-lunak).

a. Terdapat di daerah yang bertopografi gunung/bukit, pegunungan/perbukitan.
b. Tempat asal mataair.
c. Alirannya deras.
d. Jenis erosi yang dominan, erosi vertikal dan/atau erosi mudik.
e. Lembah sungainya curam (berbentuk seperti huruf V).
f. Sering dijumpai air terjun.
g. Sangat kecil kemungkinan terbentuk sedimentasi.

Sungai pada stadium dewasa akan mengalami pengurangan gradien sungai sehingga kecepatan aliran dan daya erosi (pengikisan)berkurang, sehingga mulai terjadi pengendapan. Sungai demikian disebut dengan graded. Jika sungai utama mengalami graded berarti telah tercapai kedewasaan awal, dan jika cabang-cabang sungai tersebut juga telah mengalami graded (teranyam) maka telah mencapai kedewasaan lanjut, dan jika alur-alur sungai juga telah mengalami graded, maka sungai tersebut telah mencapai Sungai pada stadium tua.Pada sungai yang telah mencapai stadium dewasa terdapat dataran banjir (flood plain) yang terbentuk dari pengendapan material klastis yangdiendapkan pada daerah di dekat sungai membentuk point bar. Pada sisi kiri kanan sungai sering terbentuk akumulasi yang tebal sedimens epanjang sungai dan membentuk tanggul alam (natural levees). Jika arus aliran sungai makin melemah, material klastis yang terbawa oleh aliran sungai akan terendapkan pada tekuk lereng, sisi dalam meander, pertemuan antara dua aliran sungai, dan perubahan gradien. Jika endapan aluvial sungai yang telah terbentuk kemudian terkikis kembali oleh aliran sungai akan terbentuk undak-undak sungai, dan merupakan peremajaan sungai pada masa dewasa atau tua.Jika aliran sungai dari mulut lembah di daerah pegunungan dan kemudian memasuki wilayah dataran, maka material klastis yang dibawanya akan terendapkan dan kemudian menyebar meluas dengan sudut kemiringan makin melandai. Fraksi kasar akan terakumulasi di dekat mulut lembah dan fraksi halus akan terdapat pada dataran, dan dikenal dengan kipas aluvial. Kipas aluvial dapat terjadi pada kaki-kakigunung api, kaki tebing dari gawir, dll.Selanjutnya material klastis yang terbawa oleh aliran sungai hinggalaut, dan membentuk delta. Bentuk-bentuk delta dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain bentuk sungai, gradien sungai, besarnyabeban, kuat arus laut, arah arus laut, dsb.

Ciri - ciri Sungai Dewasa

a. Terdapat di daerah yang bertopografi berombak hingga datar.
b. Kecepatan aliran mulai menurun (tidak begitu deras).
c. Jenis erosi horisontal yang diimbangi oleh masih adanya erosi vertikal.
d. Lembah sungainya berbentuk seperti huruf U (ukuran tinggi tebing sungai relatif sama
dengan ukuran lebar sungai).
e. Mulai terbentuk meander, bahkan kadang-kadang dijumpai adanya kali mati/danau tapal
kuda (oxbow lake).
f. Proses sedimentasi mulai terbentuk.

Ciri - ciri Sungai Tua

a. Terdapat di daerah yang bertopografi datar.
b. Kecepatan alirannya rendah (arusnya tenang).
c. Jenis erosi yang dominan, erosi horizontal.
d. Lembah sungai berbentuk ׀___׀
e. Banyak dijumpai meander, bahkan kadang-kadang dijumpai adanya kali mati/danau tapal
kuda (oxbow lake).
f. Banyak terdapat material sedimen. Bentuk-bentuk sedimentasinya antara lain: dataran
banjir, beting, pulau, delta, dsb.
g. Bagian ujung sungai bertemu dengan laut (muara).

Author
Andrean Eka Lucianto

Sumber
Diktat Kuliah Geomorfologi Teknik Geologi UGM, Yogyakarta


0 comments:

Post a Comment

berkomentarlah dengan sopan

Materi apa yang paling kalian tunggu-tunggu dari Blog ini ?