Copyright © Geologi, Geodesi, Meteo, Oceano
Design by Dzignine
Sunday, November 21, 2010

Gunung di Indonesia Rata-Rata Berbentuk Kerucut

Sebelum menerangkan tentang pertanyaan "Mengapa gunung di Indonesia berbentuk kerucut ?" mari kita kaji dulu tentang bentuk-bentuk gunung secara umum. Nah, sebenarnya bentuk-bentuk itu bermacam-macam, yaitu :
  • Perisai : bentuk gunung berapi yang relatif datar, tidak memiliki tebing yang curam kemiringan hanya berkisar <25derajat. Gunung jenis ini dapat terjadi karena aktivitas magma berupa magma yang bersifat basa (mafic), viskositas rendah, kandungan H2O tinggi, letusan bersifat effusif.
  • Strato : bentuk gunung  berapi yang menyerupai kerucut, kemiringan lerengnya sekitar 45derajat. Gunung jenis ini dapat terbentuk akibat aktivitas magma bersifat intermediate, viskositas cukup tinggi, kandungan H2O tidak terlalu banyak, letusan bersifat eksplosif lemah.
  • Maar : bentuk gunung berapi yang memiliki kawah besar di puncaknya akibat letusan hebat pada jaman dahulu kala. Gunung jenis ini dapat terbentu akibat aktivitas magma bersifat asam(felsic), viskositas sangat tinggi, kandungan H2O sedikit, letusan bersifat eksplosif kuat. Biasanya gunung jenis ini memiliki danau vulkanik di kawahnya.
Sekarang mari kita jawab pertanyaan minggu lalu,
Mengapa gunung di Indonesia berbentuk strato (kerucut) ?



Kita ketahui bersama bahwa Indonesia terletak pada sabuk pegunungan akibat zona subsduksi antara lempeng Asia dan lempeng Hindia-Australia. Nah, karena tumbukan tersebut membuat titik-titik panas di dalam bumi pada kedalaman sekitar 200-250 km di bawah permukaan tanah. Titik panas ini, mengakibatkan batuan yang menunjam akibat subsduksi mengalami melting(meleleh) menjadi magma. Magma dasar bersifat basa(mafic), mobile, dan memiliki kandungan volatil yang cukup tinggi. Oleh karenanya, berat jenisnya lebih rendah daripada lapisan Bumi di sekitarnya, akibatnya magma akan naik ke atas. Untuk ke atas ini kan pasti perlu waktu kan. Sambil dia naik ke permukaan, terjadilah suatu proses yang namanya "Differensiasi Magma" pada proses ini membuat magma bersifat makin lama, makin asam. Saat keluar di permukaan Bumi umumnya magma di Indonesia akan bersifat intermediate karena letak dapur magma yang tidak terlalu jauh dari permukaan Bumi. Oleh karenanya, gunung di Indonesia berbentuk strato (kerucut).

TAMBAHAN

           Kaldera                                                               Maar

Beda Kaldera sama Gunung Api berbentuk Maar
1. Kalo kaldera terbentuk karena runtuhan saat suatu gunung berapi meletus dengan dahsyat. Jadi saat gunung tersebut meletus dengan tekanan yang super besar, lubang diatrema tidak cukup besar untuk menahan tekanan dari bawah. Akibatnya magma berusaha mencari celah sendiri dengan mambentuk kekar (retakan) dan sesar (patahan) akhirnya saat semua material sudah keluar dan bagian bawah sudah kosong maka tubuh gunung itu akan turun dan membentuk bentuka negatif berupa kaldera. Oh iya, satu lagi yang membedakan dengan gunung api maar adalah adanya bentukan gunung api baru pada sekitar kawah, hasil kekar dan sesar tadi. Maka magma bisa keluar lewat celah tersebut.
2. Kalo gunung api berbentuk maar terbentuk karena letusan yang dahsyat juga, tapi bedanya dia tidak sebesar saat letusan yang mengakibatkan kaldera. Dia cuma mampu menghilangkan bagian teratas dari gunung itu sendiri, jadilah gunung api berbentuk maar. Nah, karena pada cekungan maar terdapat endapan abu yang bersifat unpermeable, maka sering kita temukan danau vulkanik di puncak gunung api Maar.

Kesimpulannya : Maar punya danau vulkanik di puncaknya, kaldera punya bentukan vulkanik muda di kawah bekas letusannya.

Sumber
http://www.wikipedia.org

Author
Andrean Eka Lucianto



6 comments:

  1. like this, thx :)

    ReplyDelete
  2. halo.. salam kenal. Kalau gak salah inget, viskositas magma dipengaruhi oleh kangungan silika. Viskositas atau bahasa sederhana nya kekentalan, viskositas tinggi memiliki kandungan silika tinggi, biasanya kandungan gas nya tinggi, ditemukan di batuan asam (silika tinggi), dan sebaliknya. Semakin kental magma, semakin banyak gas yang disimpan, sehingga memiliki kemampuan untuk membuat gunung api tipe letusan. kalau magma nya encer, otomatis gak punya potensi untuk meledak, jadi ngalir gitu aja, seperti gunung2 api di hawai.

    "Maar punya danau vulkanik di puncaknya, kaldera punya bentukan vulkanik muda di kawah bekas letusannya" gak selalu, danau toba itu kaldera, rinjani punya danau di atas nya, tapi belum juga disebut kaldera. disebut kaldera kalau memiliki kawah yang besar, ukuran besar nya lupa, hehe

    cmiiw. @habibumi

    ReplyDelete
  3. Makasiii kakk... Litetally sangat membantu.. Semoga berkah ya kakk

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

berkomentarlah dengan sopan

Materi apa yang paling kalian tunggu-tunggu dari Blog ini ?